Home UlasanAsuransi Kendaraan
Jurnal Allianz , Asuransi Kendaraan , 11 Jan 2016

Pernah mendengar istilah water hammer? ini yang harus dilakukan untuk mengatasinya

 

Bagi pengendara mobil di beberapa kota besar, musim hujan selalu membawa kekhawatiran sendiri karena besarnya risiko banjir di beberapa titik. Adanya banjir biasanya dapat mengakibatkan terjadinya water hammer yang akan memakan banyak biaya saat memperbaikinya. Water hammer terjadi akibat adanya air yang masuk ke ruang bakar mesin saat kendaraan melintasi genangan air karena pada saat mesin menyala, air masuk tersedot melalui filter udara sehingga menyebabkan terjadinya ledakan dalam ruang bakar mesin. Hal ini membuat proses kerja mesin menjadi terganggu karena tidak bisa mengkompresi udara. bahan bakar blok mesin retak dan mesin tidak berfungsi.

Agar kita tidak harus mengganti blok mesin karena water hammer, berikut beberapa tips yang bisa dipraktekkan:

  • Hindari genangan air yang lebih dari 30 cm atau setengah ban.
  • Hindari arus air yang datang dari jalur berlawanan, misalnya genangan yang dilintasi truk akan menimbulkan ombak lebih tinggi sehingga air lebih berpeluang masuk ke mesin.
  • Jika kita tidak dapat mencari alternatif jalan kering, tahan Rotation per Minute (RPM) di angka dua agar air tidak masuk ke dalam knalpot dan pastikan tidak menginjak gas terlalu dalam saat melintasi genangan air yang tinggi.
  • Jika terjebak dalam genangan, lebih baik matikan mesin dan tinggalkan kendaraan, lalu hubungi  layanan derek dari perusahaan asuransi untuk mengangkutnya.

Jangan lupa untuk selalu menjaga keselamatan dalam berkendara.

Perhatian

Apakah Anda tertarik untuk berkunjung ke halaman ini?