Home UlasanAsuransi Jiwa Konvensional
Jurnal Allianz , Asuransi Jiwa Konvensional , 29 Sep 2015

Inflasi di Indonesia memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap biaya pendidikan. Biaya pendidikan saat orang tua tentu berbeda dengan kita, apalagi dengan anak-anak kita nanti. Oleh karena itu, mempersiapkan dana pendidikan untuk anak-anak kita tidak bisa dimulai ketika mereka beranjak besar, tetapi sejak dini sebelum mereka lahir. Mempersiapkan dana pendidikan sejak dini dapat melalui asuransi pendidikan maupun tabungan pendidikan. Lalu, mana cara terbaik?

Asuransi pendidikan merupakan salah satu produk asuransi endowment, di mana kita harus membayarkan premi asuransi untuk biaya proteksi dan biaya pendidikan dalam jumlah dan jangka waktu penbayaran yang pasti sesuai kesepakatan di awal. Dalam hal ini, kita akan menerima kepastian manfaat tunai dari perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan saat awal pembuatan polis. Kita juga bisa mengatur kapan kita akan menerima manfaat tunai tersebut beserta besarannya. Karena ini adalah produk asuransi, maka jika terjadi sesuatu terhadap kita, akan cair uang pertanggungan untuk ahli waris.

Tabungan pendidikan, umumnya memiliki proses yang cukup mudah. kita hanya perlu untuk membuka rekening di bank, menabung secara berkala, menerima bunga bank dan menerima manfaat tunainya. Sedangkan   asuransi pendidikan kepada perusahaan asuransi, kita harus melalui tahap seleksi risiko atau underwriting terlebih dulu. Namun demikian, yang perlu diingat adalah meskipun tabungan pendidikan juga memberikan manfaat asuransi kepada nasabah, tetapi jumlahnya tidak terlalu besar karena basis produknya adalah tabungan. Hal ini tentu berbeda dengan perlindungan lebih maksimal yang akan kita terima dari asuransi pendidikan. Selain itu pada produk asuransi pendidikan nilai tunai yang ditawarkan adalah pasti sesuai dengan perjanjian awal saat mengajukan polis.

Lantas, mana yang lebih baik untuk kita, asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan? Keduanya sama-sama baik, tetapi kebutuhan dan kemampuan setiap orang tidak sama. Pahami kebutuhan kita, cocokkan dengan kemampuan keuangan kita, lalu tentukan produk mana yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita.

Perhatian

Apakah Anda tertarik untuk berkunjung ke halaman ini?